Home > Other > ...
Akseyna; 1 Dekade Tanpa Keadilan
Akseyna Ahad Dori, atau sering dikenal dengan nama Ace, lahir pada 2 Juni 1996. Ace merupakan mahasiswa FMIPA '13 UI, Ace memiliki segudang prestasi dan dari pengakuan orang tuanya Ace adalah anak yang berbakti. Namun, pada 26 Maret 2015—ia di temukan tewas. Ace tewas dengan keadaan mengambang di danau Kenanga Universitas Indonesia.
Kasus yang sudah 10 tahun masih menjadi misteri—siapa yang menjadi dalang dibalik ini semua? Kejanggalan apa yang ada pada kasus ini?
Akseyna ditemukan oleh seorang Fauzi mahasiswa Fakultas FISIP UI, dengan jaket hitam, kaos putih polos, celana hijau, dan ransel yang berisi bebatuan. Ditemukan dengan kondisi wajah yang lebam dan tubuh yang sudah membengkak.
Setiap kasus pembunuhan pasti selalu meninggalkan jejak. Banyak kejanggalan bukti pada kasus ini, surat "Perpisahan" yang ditulis tangan Ace namun berbeda dengan tulisan tangan asli Ace, pada jasad Ace terdapat air dan pasir pada paru-parunya yang berarti Ace masih hidup ketika ditenggelamkan, tidak ada info penemuan surat ketika ibunya Ace pertama kali menelepon, sepatu Ace rusak yang diduga Ace diseret ke danau.
Dengan banyaknya kejanggalan pada kasus ini tidak mungkin untuk polisi tidak menuntaskan kasus ini. Keluarga korban terus bersuara—mencari keadilan untuk anaknya, banyak masyarakat yang berempati membantu meneriakkan keadilan untuk korban. Beberapa pertanyaan pun muncul di masyarakat "Apa sebenarnya motif pelaku? Siapa pelakunya? Akankah ada keadilan untuk korban?".
#SatuDekadeAkseyna