Home > Other > ...
All Eyes On Sudan
Hai SNIPers!! Sejak April 2023 hingga saat ini Sudan sedang terjadi perang saudara yang disebabkan oleh perebutan kekuasaan. Perang ini terjadi antara dua fraksi militer, yaitu Sudanese Armed Forces (SAF) atau angkatan bersenjata sudan yang di pimpin oleh Jenderal Abdel Fattah al-Burhan dan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) yang di pimpin oleh Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo (Jenderal Hemedti).
•Latar belakang SAF dan RSF
-Sudanese Armed Forces (SAF) adalah angkatan bersenjata Sudan yang dibentuk oleh Inggris pada tahun 1925 saat Sudan masih berada di bawah kekuasaan Inggris dan Mesir, setelah Sudan merdeka pada tahun 1956, SAF menjadi inti dari angkatan bersenjata Sudan modern.
-Rapid Support Forces (RSF) adalah organisasi paramiliter, RSF dulunya bernama janjaweed yang berarti setan berkuda, dan janjaweed diisi oleh orang-orag yang berasal dari suku-suku Arab. Janjaweed ini dibentuk oleh presiden Sudan yaitu Omar Al-Bashir bertujuan untuk melawan pemberontak non Arab di darfur pada awal tahun 2000an. Milisi ini dituduh melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan, dan milisi ini diformalkan menjadi RSF pada tahun 2013 oleh Bashir, memberinya status semi-resmi dan independensi dari SAF.

•Awal Konflik
Perang ini berakar pada kegagalan transisi menuju demokrasi setelah penggulingan diktator Omar al-Bashir pada tahun 2019. Setelah kudeta pada Bashir, Jenderal Al-Burhan dan Jenderal Hemedti mengambil alih kekuasaan, dan karena tekanan dari masyarakat yang ingin Sudan menjadi negara demokratis, dibuatlah pemerintahan transisi yang isinya gabungan sipil dan militer, tetapi Jenderal Al-Burhan dan Jenderal Hemedti merasa bahwa pemerintahan transisi ini tidak efektif, hingga terjadilah kudeta terhadap pemerintahan transisi pada tahun 2021 yang dilakukan Jenderal Al-Burhan dan Jenderal Hemedti.
Setelah kudeta tahun 2021, Sudan dipimpin oleh Dewan Kedaulatan Militer yang di mana Jenderal Al-Burhan adalah ketua dan Jenderal Hemedti adalah wakilnya, inti perselisihan adalah ketika Jenderal Al-Burhan berencana menggabungkan RSF ke dalam SAF, Jenderal Hemedti setuju tetapi dengan syarat penyerahan harus dilakukan perlahan dan jaminan posisi baginya di RSF, tetapi syarat tersebut ditolak oleh Jenderal Al-Burhan ia ingin penyerahan dilakukan secepatnya, dari sinilah hubungan antara kedua Jenderal mulai memanas karena penolakan tersebut, dan terjadilah perang saudara di Sudan antara SAF dan RSF.

•Dampak
-Korban jiwa perang
Menurut Public Broadcasting Service (PBS), untuk saat ini orang yang tewas akibat perang lebih dari 150.000 jiwa. Dan menurut London School of Hygiene and Tropical Medicine, untuk saat ini Lebih dari 61.000 jiwa di negara bagian Khartoum tewas akibat perang.
-Pengungsian
Menurut International Organization for Migration (IOM), untuk saat ini ada lebih dari 12 juta orang mengungsi, ada sekitar 8,8 juta orang mengungsi di dalam Sudan dan ada sekitar 3,5 juta orang mengungsi ke negara tetangga seperti Chad dan Sudan Selatan. Perang ini telah memicu krisis perpindahan penduduk terbesar di dunia.
-Kelaparan
Menurut Integrated Food Security Phase Classification (IPC), saat ini ada sekitar 25 juta orang (lebih dari separuh populasi Sudan) mengalami bencana kelaparan. Tingkat kelaparan ini diklaim sebagai yang terburuk yang pernah tercatat di Sudan.
-Anak-anak
Menurut UNICEF, untuk saat ini sebanyak 522.00 anak meninggal akibat kekurangan gizi (malnutrisi) dan penyakit seperti campak.
-Perempuan
Menurut PBB dan Human Right Watch (HRW), ada 88 kasus pemerkosaan terhadap perempuan yang tercatat untuk saat ini, dan RSF dituduh sebagai pelakunya. Dan menurut PBB korban pemerkosaan terhadap perempuan ini berusia antara 8-75 tahun, an menurut Menteri Kesejahteraan Sosial Sudan, Salma Ishaq, melaporkan bahwa setidaknya 300 perempuan dibunuh oleh RSF hanya dalam dua hari pertama setelah kelompok tersebut memasuki El-Fasher, Darfur Utara.
•Dampak lainnya
Ada beberapa dampak lainnya seperti fasilitas kesehatan yang lumpuh total, dan juga hancurnya benda dan situs bersejarah yang menjadi identitas Sudan.