Home > Other > ...
Mengenal Gen Z, Generasi yang Dianggap Manja
Ada yang bilang, kalau generasi zaman sekarang itu manja, maunya serba instan, dan healing melulu. Apa benar demikian? Pasti kamu yang baca ini pernah deh dibanding-bandingkan dengan generasi sebelumnya, terlebih orangtua kita sendiri.
“Ah, gitu aja ngeluh. Waktu Mama seumuran kamu nggak ada tuh overthinking,”
“Waktu Papa sekolah, bebannya lebih berat. Nggak ada ojek online, harus lewatin sawah, mendaki gunung, menerjang badai,”
Waduh. Si Papa temennya Dora The Explorer apa gimana sampai naik gunung segala?
Oke, oke, kembali ke pembahasan soal Gen Z.
Apa Itu Gen Z?
Jadi, setelah Gen Y atau Millennial, muncul generasi baru yang dinamakan Generasi Z. Generasi Z atau Gen Z adalah generasi yang lahir di antara tahun 1995 sampai 2010. Artinya, saat ini, gen Z berusia 13 tahun sampai 28 tahun, duduk di bangku sekolah, kuliah, dan ada pula yang sudah bekerja atau baru menikah.
Karakteristik Generasi Z
Kenapa sih dinamakan gen Z? Jawabannya sederhana. Karena generasi sebelumnya adalah Gen X dan Y, maka generasi yang lahir setelahnya disebut generasi Z. Sesuai dengan abjad gitu lho. Nah, gen Z ini punya adik, namanya generasi Alpha. Jadi, setelah huruf Z, balik lagi ke abjad A ya teman-teman.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh McKinsey, kita-kita ini lebih melek teknologi, kreatif, menerima perbedaan di sekitar, peduli terhadap masalah sosial, dan senang berekspresi baik di dunia maya maupun realita. Bahas 3 penelitian, yuk!
1. Melek Teknologi
Atau bahasa kerennya ‘tech savvy’. Generasi Z tumbuh di era teknologi sedang berkembang dengan pesat. Internet, media sosial, aplikasi pesan makan, aplikasi transportasi, aplikasi kencan online, dan masih banyak lagi. Bahkan, gen Z di Indonesia menempati posisi teratas yang paling banyak menghabiskan waktu untuk berselancar di Internet. Rata-rata 7 sampai 13 jam setiap harinya.
2. Kreatif
Coba deh, kamu tanya ke orangtua atau kakek nenekmu. Dulu, cita-cita mereka mau jadi apa? Mungkin jawabannya nggak jauh dari dokter, PNS, pilot, atau arsitek. Nah, berkat kehadiran internet, generasi kita jauh lebih kreatif dalam menghasilkan uang, khususnya yang berhubungan dengan industri kreatif. Seperti content creator, podcaster, vlogger, sampai mendirikan perusahaan rintisan (start-up) sendiri.
3. Peduli terhadap Sesama
“Twitter please do your magic”
Meskipun lebih sering rebahan sambil scrolling, bukan berarti Generasi Z jadi apatis. Justru, mereka ini paling cepat dalam urusan menyebarkan informasi dan mencari solusi. Misalnya nih, ada kakek-kakek yang jualan kue di stasiun, Gen Z bisa aja mengunggah foto si kakek di media sosial dan ramai-ramai menggalang donasi. Hal ini selaras dengan julukan ‘The Communaholic‘ yaitu terlibat dalam komunitas dan teknologi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Cara Menjadi Gen Z yang Lebih Baik
Kita sudah membahas karakteristik dan kekurangan Gen Z. Kira-kira sesuai nggak nih sama apa yang kamu jalani sekarang? Kalau aku sih iya, hahaha. Tapi, tenang aja, ada berbagai tips untuk menjadi generasi Z yang lebih baik!
1. Kurangi Ekspektasi
Entah itu perkuliahan, pasangan, atau masa depan. Di dalam hidup ada beberapa hal yang nggak bisa kontrol, alias let it flow aja. Tetap berusaha, berbuat baik pada sesama, dan berdoa pada Tuhan.
2. Hargai Setiap Prosesnya
Gagal berkali-kali atau dipandang sebelah mata itu nggak apa-apa kok. Jangan terbuai dengan postingan kesuksesan orang lain di media sosial. Memang sih, setiap orang memiliki privilege yang berbeda. Tapi, bukan berarti kamu nggak bisa menciptakan hidup terbaik versimu sendiri.
jadi, bagaimana nih, apakah para Snipers sudah cukup memahami seputar Gen-Z?