Home > Other > ...

Nobar Pesta Babi: Menyaksikan Luka Tanah Papua

Hai, SNIPers! Akhir-akhir ini, media sosial diramaikan oleh kabar pembubaran acara nonton bareng film Pesta Babi di sejumlah daerah. Di tengah maraknya pro dan kontra, komunitas Gambar Gerak asal Kota Balikpapan justru tetap menggelar pemutaran film tersebut pada Jumat, 15 Mei 2026.


Acara dimulai pukul 20.00 WITA dan berakhir pada pukul 22.00 WITA. Kegiatan ini berlangsung di Triple A Cafe, Jalan Pattimura, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara. Demi menjaga kenyamanan dan ketertiban, jumlah penonton dibatasi hanya untuk 30 orang pendaftar tercepat.


Acara dibuka dengan pembacaan puisi oleh komunitas Berdikari Berpuisi yang dibawakan oleh Nanda, dikenal dengan nama pena Maryam Jane. Ia membacakan puisi ciptaannya berjudul "Kidung". Puisi tersebut menggambarkan keresahan seorang Ibu yang merasakan luka serupa dengan alam yang terus-menerus dieksploitasi tanpa memperoleh timbal balik yang setimpal.



Usai pembacaan puisi, film Pesta Babi pun segera diputar melalui layar televisi yang terpasang tepat di hadapan para penonton yang telah menantikan karya tersebut.


Apa Itu Pesta Babi?


"Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" merupakan film dokumenter yang disutradarai oleh Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale. Film ini diproduksi melalui kolaborasi antara Watchdoc, Jubi Media, Indonesia Baru, Pusaka Bentala Rakyat, dan Greenpeace Indonesia.


Film ini menyoroti isu kerusakan lingkungan, perampasan tanah adat, serta konflik agraria akibat ekspansi perkebunan dan proyek bioenergi. Fokus utamanya adalah mendokumentasikan dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) terhadap masyarakat adat di Papua Selatan, khususnya Suku Malind, Yei, Awyu, dan Muyu.


Judul "Pesta Babi" menjadi metafora bagi proyek-proyek besar yang mengorbankan tanah adat, kelestarian alam, dan kehidupan masyarakat lokal. Film ini menuai beragam respons dari berbagai kalangan karena narasinya yang tajam dan kontroversial, sehingga tak jarang pemutarannya mendapat penolakan.



Lantas, mengapa Gambar Gerak tetap berani menayangkannya?


Abi, salah satu anggota Gambar Gerak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini, menjelaskan bahwa masyarakat Balikpapan patut bersyukur karena situasi kota relatif kondusif selama terdapat komunikasi yang baik antara panitia dan aparat terkait, serta selama peserta tetap tertib


Menurutnya, menonton film dokumenter merupakan bagian dari hak kebebasan berekspresi yang dijamin oleh undang-undang. Pandangan ini sejalan dengan pernyataan Natalius Pigai:

“Larangan pemutaran film harus berdasar putusan pengadilan. Negara boleh melarang, tetapi melalui keputusan pengadilan atau undang-undang. Segala bentuk ekspresi karya dan cipta seni harus dihormati.”


Meski demikian, film ini tetap menuai penolakan dari sejumlah pihak yang menilai narasinya dapat mencemarkan citra TNI dan Polri.


Terlepas dari berbagai polemik tersebut, para penonton tampak menyimak dan menghayati film dengan khidmat. Suasana ruangan terasa hening. Sesekali terdengar isak tangis dan helaan napas berat. Seolah beragam emosi berbaur dalam satu waktu.


Pesta Babi bukan sekadar film dokumenter. Ia adalah cermin yang memantulkan wajah kolonialisme dalam rupa yang lebih modern: pembangunan, investasi, dan proyek strategis yang kerap menuntut pengorbanan dari mereka yang hidup paling dekat dengan tanahnya.



Setelah film usai, saat penutupan Berdikari Berpuisi kembali membacakan puisi berjudul "Dipaksa-paksa, Nyata, Kata Dalam Tanah" puisi yang diciptakan sekaligus dibawakan Vira, yang dikenal dengan nama pena Nuts Umarah. Secara singkat puisi ini menyampaikan tentang kepasrahan kepada Tuhan atas apa yang telah terjadi di beberapa kondisi di Indonesia seperti pengerukan hutan untuk deforestasi. Sedang kita dipaksa ikhlas dan dipaksa sabar atas apa yang negara lakukan untuk merusak hutan-hutan kami.


Salah seorang penonton, Nanda, mengungkapkan bahwa pandangannya tentang keadilan berubah seketika setelah menyaksikan film ini. Menurutnya, keadilan bukan berarti semua orang memperoleh hak dalam jumlah yang sama, melainkan setiap orang mendapatkan hak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka.



Jadwal Nonton Bareng Berikutnya


Bagi SNIPers yang ingin menyaksikan Pesta Babi, komunitas Gambar Gerak akan kembali mengadakan nonton bareng pada Minggu, 17 Mei 2026. Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui akun Instagram @_gambargerak_ Kuota peserta terbatas hanya untuk 30 orang tercepat.


Apa pendapat kalian tentang film Pesta Babi? Apakah kalian tertarik untuk menontonnya juga? Tuliskan pendapat kalian di kolom komentar!

Ditulis oleh :

Syahmi Daniswara